I. DASAR TEORI
Internet Protocol
Untuk terhubung pada suatu jaringan diperlukan penomoran dari Internet Protocol yang ada
pada PC tersebut. Teknik penomoran IP ada 2 yaitu manual dan otomatis (DHCP).
Pada suatu jaringan diperlukan IP dan netmask, contoh:
192.168.0.1/255.255.255.0
192.168.0.1 adalah penomoran IP, sedangkan 255.255.255.0 adalah netmask dari jaringan
tersebut. IP memiliki beberapa class yang terbagi menurut jumlah IP tersebut. Class yang
ada antara lain:
A. 10.x.x.x dengan netmask 255.0.0.0
B. 172.16.x.x s/d 172.31.x.x dengan netmask 255.255.0.0
C. 192.168.0.x s/d 192.168.255.x dengan netmask 255.255.255.0
D dan E tidak digunakan, karena diperuntukan untuk penelitian
Penomoran netmask dapat disingkat, misalkan 255.255.255.0 dapat disingkat menjadi/24
Setting IP di Linux
a. Perintah “ifconfig”
Dengan menggunakan perintah ifconfig, root dapat mengganti setting IP untuk jaringan.
Contoh :
highway:~#ifconfig
eth0 Linkencap:EthernetHWaddr00:0C:F1:BA:38:43
inetaddr:10.252.102.143Bcast:10.252.102.255Mask:255.255.255.0
inet6addr:fe80::20c:f1ff:feba:3843/64Scope:Link
UPBROADCASTRUNNINGMULTICASTMTU:1500Metric:1
RXpackets:7827318errors:0dropped:0overruns:0frame:0
TXpackets:5486496errors:0dropped:0overruns:0carrier:0
collisions:0txqueuelen:1000
RXbytes:2529035045(2.3GiB)TXbytes:1421757215(1.3GiB)
Lo Linkencap:LocalLoopback
inetaddr:127.0.0.1Mask:255.0.0.0
inet6addr:::1/128Scope:Host
UPLOOPBACKRUNNINGMTU:16436Metric:1
RXpackets:999errors:0dropped:0overruns:0frame:0
TXpackets:999errors:0dropped:0overruns:0carrier:0collisions:0txqueuelen:0RXbytes:68831
(67.2KiB)TXbytes:68831(67.2KiB)
Untuk mengganti IP dapat dilakukan dengan cara :
# ifconfig eth0 192.168.0.1 netmask 255.255.25.0
b. Dengan menyimpan konfigurasi jaringan
Pada Debian GNU/Linux, file konfigurasi jaringan terdapat pada /etc/network/interfaces,
dapat dilakukan dengan menggunakan editor vim, nano, atau mcedit.
# vim /etc/network/interfaces
pada file tersebut ketikkan syntax berikut:
auto lo
iface lo inet loopback
auto eth0
iface eth0 inet static
address 10.252.108.143
netmask 255.255.255.0
kemudian jalankan perintah “/etc/init.d/networking restart”
apabila ingin menggunakan DHCP ganti “iface eth0 inet static” menjadi “iface eth0 inet dhcp”
Tools Networik
a. ping, tools mengirimkan text ke client
b. mtr, aplikasi traceroute dan ping
II. Alat dan Bahan
1. PC/Laptop menggunakan sistem Operasi Linux
2. Kabel UTP, switch, hub
III. LANGKAH PERCOBAAN
1 Ganti IP dari masing-masing komputer menjadi network 172.16.0.0/16 tidak boleh ada
yg sama, lakukan dengan perintah “ifconfig” maupun dengan menuliskan interfaces.Tulisk
an pada laporan
2 Ping pada masingmasing PC di jaringan, tuliskan hasilnya pada laporan
3 Rubah setting IP tersebut menjadi DHCP, kemudian lakukan “/etc/init.d/networking
restart”. Tuliskan cara setting dan hasil dari perintah tersebut di laporan.
A. Percobaan mengubah IP
mengganti IP address pada linux dengan menggunakan printah ifconfig hanya sementara, setelah komputer di restart kembali maka akan kembali ke IP awal. sedangkan dengan mengubah pengaturan interfaces di /etc/network, maka IP address akan permanen.
auto lo
iface lo inet loopback
auto eth0
iface eth0 inet static
address 172.16.0.5
netmask 255.255.0.0
setelah settingan di simpan maka restartlah network.
kemudian cek konfigurasi eth0
B. Percobaan ”ping” pada masingmasing PC di jaringan
untuk menguji apakah jaringan sudah terhubung atau belum maka lakukan ping.
C. Percobaan merubah setting IP menjadi DHCP
ubah "static" menjadi "dhcp"
setelah itu restart
dengan perintah ifconfig, lihat IP address apakah sudah terganti DHCP atau belum.
kemudian lakukan ping ke komputer lain untuk membuktikan apakah jaringan sudah connect.
Thursday, June 23, 2011
Saturday, April 16, 2011
Laporan Praktikum 5 - WDS (Wireless Distribution System)
Wireless Distribution System (WDS) Memungkinkan Interconnection Beberapa Access Point dalam Suatu Environment Wireless Network dengan Wireless Distribution System (WDS) memungkinkan jaringan wireless dikembangkan menggunakan beberapa access point tanpa harus memerlukan backbone kabel jaringan untuk menghubungkan mereka, seperti cara tradisional. Keuntungan yang bisa kelihatan dari Wireless Distribution Systemdibanding solusi lainnya adalah bahwa dengan Wireless Distribution System, header MAC address dari paket traffic tidak berubah antar link access point. tidak seperti pada proses encapsulation misalnya pada komunikasi antar router yang selalu menggunakan MAC address pada hop berikutnya.
Suatu access point bisa menjadi sebuah station utama, relay, atau remote base station. Suatu base station utama pada umumnya dihubungkan dengan system Ethernet. Base station relay merelay station-2 kepada base station utama atau relay station lainnya. Remote base station menerima koneksi dari clients wireless dan melewatkannya ke main station atau ke relay station juga. Koneksi antar clients menggunakan MAC address dibanding memberikan spesifikasi IP address. Semua base station dalam Wireless Distribution System (WDS) harus dikonfigure menggunakan channel radio yang sama, methoda inkripsi (tanpa inkripsi, WEP, atau WAP) dan juga kunci inkripsi yang sama. Mereka bisa dikonfigure dengan menggunakan SSID (service set identifiers) yang berbeda sebagai identitas. Wireless Distribution System (WDS) juga mengharuskan setiap base station untuk bisa melewatkan kepada lainnya didalam system.
Wireless Distribution System (WDS) bisa juga direferensikan sebagai mode repeater karena dia bisa tampak sebagai Bridge dan juga menerima wireless clients pada saat bersamaan (tidak seperti system bridge tradisional). Tetapi perlu juga diperhatikan bahwa throughput dalam metoda ini adalah menjadi setengahnya untuk semua clients yang terhubung secara wireless. Wireless Distribution System (WDS) bisa digunakan dalam dua jenis mode konekstivitas antar Access point
Ada dua kerugian dalam system Wireless Distribution System (WDS) ini:
Troughput efektif maksimum adalah terbagi dua setelah transmisi pertama (hop) dibuat. Misalkan, dalam kasus dua router dihubungkan system Wireless Distribution System (WDS), dan komunikasi terjadi antara satu komputer yang terhubung ke router A dengan sebuah laptop yang terhubung secara wireless dengan salah satu access point di router B, maka troughputnya adalah separuhnya, karena router B harus re-transmit informasi selama komunikasi antara dua belah sisi. Akan tetapi jika sebuah komputer dikoneksikan ke router A dan notebook di koneksi kan ke router B (tanpa melalui koneksi wireless), maka troughput tidak terbelah dua karena tidak ada re-transmit informasi.
Kunci inkripsi yang secara dinamis di berikan dan dirotasi biasanya tidak disupport dalam koneksi Wireless Distribution System (WDS). Ini berarti dynamic inkripsi WPA (Wi-Fi Protected Access) dan technology dynamic key lainnya dalam banyak kasus tidak dapat digunakan, walaupun WPA menggunakan pre-shared key adalah memungkinkan. Hal ini dikarenakan kurangnya standarisasi dalam issue ini, yang mungkin saja di selesaikan dengan standard 802.11s mendatang. Sebagai akibatnya cukuplah kunci static WEP dan WPA yang bisa digunakan dalam koneksi Wireless Distribution System, termasuk segala station yang difungsikan sebagai access point WDS repeater. Akan tetapi sekarang ini sudah banyak vendor yang telah engadopsi standard 802.11i dalam produk access point mereka sehingga WPA / WPA2 adalah standard keamanan koneksi mereka (setidaknya yang mereka claim). Gambar dibawah ini adalah access point yang dihubungkan dengan WDS Link point-to-point :
WDS Point to Point - Diagram
Dengan Wireless Distribution System, anda bisa membangun infrastrucktur wireless tanpa harus membangun backbone kabel jaringan sebagai interkoneksi antar bridge. Wireless Distribution System
fitur memungkinkan kita membuat jaringan-2 wireless yang besar dengan cara membuat link beberapa wireless access point dengan WDS Links. Wireless Distribution System normalnya digunakan untuk membangun jaringan yang besar dimana menarik kabel jaringan adalah tidak memungkinkan, alias mahal, terbatas, atau secara fisik tidak memungkinkan untuk ditarik.
WDS Point to Multi Point
Gambar diatas ini adalah contoh konfigurasi WDS Link yang menghubungkan Point to multi point WDS Link. Sementara gambar dibawah berikut ini menggambarkan contoh diagram WDS Link yang berfungsi sebagai WDS Repeater.
WDS Repeater
Wireless Bridge dan Wireless Repeater
Pada diagram tiga gambar diatas, WDS dapat di bangun dalam beberapa konfigurasi, point-to-point; point-to-multipoint; dan WDS repeater.
Wireless Bridge
Wireless Distribution System yangditunjukkan pada gambar dibawah ini sering disebut sebagai konfigurasi “wireless bridge”, karena terjadi koneksi dua jaringan LAN pada layer data link. Access point bertindak sebagai standard bridge yang melewatkan traffic antar WDS Link (link yang menghubungkan ke access point / bridge lainnya) dan sebuah Ethernet port. Sebagai standard bridge, access point mempelajari MAC address sampai 64 wireless dan atau total 128 piranti wireless dan wired, yang dikoneksikan ke masing-2 port Ethernet untuk membatasi jumlah data yang dilewatkan.
Hanya data yang ditujukan kepada station yang diketahui berada pada peer Ethernet link, data multicast atau data dengan tujuan yang tidak diketahui yang perlu dilewatkan ke peer access point melalui WDS link.
Suatu access point bisa menjadi sebuah station utama, relay, atau remote base station. Suatu base station utama pada umumnya dihubungkan dengan system Ethernet. Base station relay merelay station-2 kepada base station utama atau relay station lainnya. Remote base station menerima koneksi dari clients wireless dan melewatkannya ke main station atau ke relay station juga. Koneksi antar clients menggunakan MAC address dibanding memberikan spesifikasi IP address. Semua base station dalam Wireless Distribution System (WDS) harus dikonfigure menggunakan channel radio yang sama, methoda inkripsi (tanpa inkripsi, WEP, atau WAP) dan juga kunci inkripsi yang sama. Mereka bisa dikonfigure dengan menggunakan SSID (service set identifiers) yang berbeda sebagai identitas. Wireless Distribution System (WDS) juga mengharuskan setiap base station untuk bisa melewatkan kepada lainnya didalam system.
Wireless Distribution System (WDS) bisa juga direferensikan sebagai mode repeater karena dia bisa tampak sebagai Bridge dan juga menerima wireless clients pada saat bersamaan (tidak seperti system bridge tradisional). Tetapi perlu juga diperhatikan bahwa throughput dalam metoda ini adalah menjadi setengahnya untuk semua clients yang terhubung secara wireless. Wireless Distribution System (WDS) bisa digunakan dalam dua jenis mode konekstivitas antar Access point
- Wireless Bridging dimana komunikasi access points Wireless Distribution System hanya satu dengan lainnya (antar AP) dan tidak membolehkan wireless clients lainnya atau Station(STA) untuk mengaksesnya.
- Wireless repeater dimana access point berkomunikasi satu sama lain dan juga dengan wireless Station (STA)
Ada dua kerugian dalam system Wireless Distribution System (WDS) ini:
Troughput efektif maksimum adalah terbagi dua setelah transmisi pertama (hop) dibuat. Misalkan, dalam kasus dua router dihubungkan system Wireless Distribution System (WDS), dan komunikasi terjadi antara satu komputer yang terhubung ke router A dengan sebuah laptop yang terhubung secara wireless dengan salah satu access point di router B, maka troughputnya adalah separuhnya, karena router B harus re-transmit informasi selama komunikasi antara dua belah sisi. Akan tetapi jika sebuah komputer dikoneksikan ke router A dan notebook di koneksi kan ke router B (tanpa melalui koneksi wireless), maka troughput tidak terbelah dua karena tidak ada re-transmit informasi.
Kunci inkripsi yang secara dinamis di berikan dan dirotasi biasanya tidak disupport dalam koneksi Wireless Distribution System (WDS). Ini berarti dynamic inkripsi WPA (Wi-Fi Protected Access) dan technology dynamic key lainnya dalam banyak kasus tidak dapat digunakan, walaupun WPA menggunakan pre-shared key adalah memungkinkan. Hal ini dikarenakan kurangnya standarisasi dalam issue ini, yang mungkin saja di selesaikan dengan standard 802.11s mendatang. Sebagai akibatnya cukuplah kunci static WEP dan WPA yang bisa digunakan dalam koneksi Wireless Distribution System, termasuk segala station yang difungsikan sebagai access point WDS repeater. Akan tetapi sekarang ini sudah banyak vendor yang telah engadopsi standard 802.11i dalam produk access point mereka sehingga WPA / WPA2 adalah standard keamanan koneksi mereka (setidaknya yang mereka claim). Gambar dibawah ini adalah access point yang dihubungkan dengan WDS Link point-to-point :
WDS Point to Point - Diagram
Dengan Wireless Distribution System, anda bisa membangun infrastrucktur wireless tanpa harus membangun backbone kabel jaringan sebagai interkoneksi antar bridge. Wireless Distribution System
fitur memungkinkan kita membuat jaringan-2 wireless yang besar dengan cara membuat link beberapa wireless access point dengan WDS Links. Wireless Distribution System normalnya digunakan untuk membangun jaringan yang besar dimana menarik kabel jaringan adalah tidak memungkinkan, alias mahal, terbatas, atau secara fisik tidak memungkinkan untuk ditarik.
WDS Point to Multi Point
Gambar diatas ini adalah contoh konfigurasi WDS Link yang menghubungkan Point to multi point WDS Link. Sementara gambar dibawah berikut ini menggambarkan contoh diagram WDS Link yang berfungsi sebagai WDS Repeater.
WDS Repeater
Wireless Bridge dan Wireless Repeater
Pada diagram tiga gambar diatas, WDS dapat di bangun dalam beberapa konfigurasi, point-to-point; point-to-multipoint; dan WDS repeater.
Wireless Bridge
Wireless Distribution System yangditunjukkan pada gambar dibawah ini sering disebut sebagai konfigurasi “wireless bridge”, karena terjadi koneksi dua jaringan LAN pada layer data link. Access point bertindak sebagai standard bridge yang melewatkan traffic antar WDS Link (link yang menghubungkan ke access point / bridge lainnya) dan sebuah Ethernet port. Sebagai standard bridge, access point mempelajari MAC address sampai 64 wireless dan atau total 128 piranti wireless dan wired, yang dikoneksikan ke masing-2 port Ethernet untuk membatasi jumlah data yang dilewatkan.
Hanya data yang ditujukan kepada station yang diketahui berada pada peer Ethernet link, data multicast atau data dengan tujuan yang tidak diketahui yang perlu dilewatkan ke peer access point melalui WDS link.
Friday, April 15, 2011
Menghubungkan Akses Point (Praktikum 4)
Alat dan Bahan
Wireless AP sebanyak 3 buah.
- Switch
- Notebook 3 buah
- Kabel UTP (straight)
Langkah Langkah Percobaan
- Pertama buat access point dengan mengkonfigurasinya seperti percobaan yang lalu.
- Ketik IP Address default Access Point pada browse, kemudian msukkan username dan password seperti gambar ini :
Kemudian Klik Run Wizard, Lalu akan muncul seperti gambar di bawah ini :
Masukkan Password, kemudian klik next
Masukkan SSID dan pilih channel
Masukkan Password di kolom first key
Setelah itu akan restart seperti gambar dibawah
Atur DHCP server. Ubah IP Assigment. Range 10. Gateway. Lalu apply.
Sambungkan Kabel LAN ke AP dan Switch. cek koneksi dengan komputer lain dengan ping seperti gambar dibawah :
Wireless AP sebanyak 3 buah.
- Switch
- Notebook 3 buah
- Kabel UTP (straight)
Langkah Langkah Percobaan
- Pertama buat access point dengan mengkonfigurasinya seperti percobaan yang lalu.
- Ketik IP Address default Access Point pada browse, kemudian msukkan username dan password seperti gambar ini :
Kemudian Klik Run Wizard, Lalu akan muncul seperti gambar di bawah ini :
Masukkan Password, kemudian klik next
Masukkan SSID dan pilih channel
Pilih Jenis Security Yang ingin dipakai
Masukkan Password di kolom first key
Setelah itu akan restart seperti gambar dibawah
Atur DHCP server. Ubah IP Assigment. Range 10. Gateway. Lalu apply.
Sambungkan Kabel LAN ke AP dan Switch. cek koneksi dengan komputer lain dengan ping seperti gambar dibawah :
Praktikum Jaringan Komputer 3
Konfigurasi WLAN
A. Persiapan
Sebelum melakukan konfigurasi terlebih dahulu persiapkan alat yang akan digunakan :
1. PC/Laptop
2. Radio WLAN
B. Langkah Konfigurasi
Setelah alat-alat di persiapkan maka langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi radio WLAN.
1. Hubungkan Radio WLAN ke PC/Laptop menggunakan kabel UTP.
2. Akses konfigurasi WLAN dengan menggunakan IP address default WLAN. Maka akan muncul seperti pada gambar dibawah.
3. Kemudian pilih run wizard untuk mengkonfigurasi radio WLAN. Setelah run wizard pilih, akan mucul gambar seperti dibawah.
4. Setelah itu ada 4 langkah yang harus kita lewati. Yang pertama set password, kemudian set SSID yang akan digunakan, lalu setting password untuk koneksi, terakhir adalah restart Radio WLAn.
5. Setelah itu maka WLAN akan restart. Seperti gambar dibawah.
6. Setelah itu login kembali. Kemudian setting IP address yang akan digunakan oleh WLAN
7. Jika kita ingin mengkonfigurasi WLAN sebagai reapeter dari WLAN yang lainnya. Pilih tab pilihan seperti gambar dibawah.
8. Kemudian restart kembali Wlan. Dan kabel UTP dari Wlan ke PC dapat di lepaskan
C. Pengujian
Setelah langkah konfigurasi selesai. Langkah selanjutnya adalah penguji apakah Wlan telah terkonfigurasi dengan baik dan benar.
1. Coba koneksi ke WLAN dengan SSID yang kita konfigurasi . masukkan passwordnya.
2. Setelah itu coba ping IP Wlan.
A. Persiapan
Sebelum melakukan konfigurasi terlebih dahulu persiapkan alat yang akan digunakan :
1. PC/Laptop
2. Radio WLAN
B. Langkah Konfigurasi
Setelah alat-alat di persiapkan maka langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi radio WLAN.
1. Hubungkan Radio WLAN ke PC/Laptop menggunakan kabel UTP.
2. Akses konfigurasi WLAN dengan menggunakan IP address default WLAN. Maka akan muncul seperti pada gambar dibawah.
3. Kemudian pilih run wizard untuk mengkonfigurasi radio WLAN. Setelah run wizard pilih, akan mucul gambar seperti dibawah.
4. Setelah itu ada 4 langkah yang harus kita lewati. Yang pertama set password, kemudian set SSID yang akan digunakan, lalu setting password untuk koneksi, terakhir adalah restart Radio WLAn.
5. Setelah itu maka WLAN akan restart. Seperti gambar dibawah.
6. Setelah itu login kembali. Kemudian setting IP address yang akan digunakan oleh WLAN
7. Jika kita ingin mengkonfigurasi WLAN sebagai reapeter dari WLAN yang lainnya. Pilih tab pilihan seperti gambar dibawah.
8. Kemudian restart kembali Wlan. Dan kabel UTP dari Wlan ke PC dapat di lepaskan
C. Pengujian
Setelah langkah konfigurasi selesai. Langkah selanjutnya adalah penguji apakah Wlan telah terkonfigurasi dengan baik dan benar.
1. Coba koneksi ke WLAN dengan SSID yang kita konfigurasi . masukkan passwordnya.
2. Setelah itu coba ping IP Wlan.
Friday, April 1, 2011
Praktek 2 Jaringan Komputer
A. Alat-alat
1.Kabel UTP
Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) adalah suatu kabel yang digunakan sebagai media penghubung antar computer dan peralatan jaringan (hub atau switch). Kabel UTP merupakan salah satu kabel yang paling popular saat yang di gunakan untuk membuat jaringan computer. Dibandingkan dengan kabel lain kabel UTP merupakan kabel yang sering di pakai untuk membuat jaringan computer. Kabel ini berisi empat pasang (pair) kabel yang tiap pair-nya dipilin (twisted) atau disusun spiral atau saling berlilitan. Keempat pasang kabel (delapan kabel) yang menjadi isi kabel berupa kabel tembaga tunggal yang berisolator.
2. Connector RJ 45
RJ merupakan singkatan dari (Registered Jack). Untuk kabel telepon biasanya menggunakan RJ-11, dan untuk kabel network tipenya RJ45. Harganya sekitar Rp. 50.000 s/d Rp. 150.000 per kotak dengan 100 unit konektor.
3. Crimping Tool
Ini merupakan senjata kita dalam merakit kabel, karena dia punya kemampuan menyatukan dan menjepit kabel dengan konektor selain juga bisa dipakai untuk memotong kabel.
4. LAN Tester
lni digunakan setelah kita selesai merakit kabel, berfungsi untuk mengetes apakah kabel sudah dirakit dan berfungsi dengan benar. Tanpa ini, kita akan sedikit repot untuk mengetesnya langsung pada instalasi jaringan.
5.Switch
Switch adalah alat yang digunakan untuk menghubungkan bebepara LAN yang terpisah serta menyediakan filter paket antar LAN. Switch adalah peralatan multi port, masing-masing dapat mendukung satu workstation, jaringan Ethernet atau jaringan Token Ring. Meskipun terhubung dengan jaringan yang berbeda pada masing-masing port, switch dapat memindahkan paket data antar jaringan apabila diperlukan.
6. Laptop/PC
Device yang digunakan untuk melakukan koneksi peer to peer
B. Langkah-Langkah Percobaan
1. Siapkan 2 Kabel utp untuk membuat kabel straight dan cross.
2. Kupas kulit luar dari 2 kabel utp (kira-kira 2 m) dengan menggunakan pengupas
kabel pada crimping tools.
3. Kemudian susun masing-masing ujung kabel utp 1 secara straight (T-568B)
4. Kemudian susun ujung 1 kabel utp 2 secara straight (T-568B) lalu ujung lainnya secara cross (T-568A).
4. Setelah kabel tersusun, kemudian rapikan ujung kabel agar saat di masukkan kekonektor RJ 45 semua ujung kabel mengenai tembanga yang ada di RJ 45.
5. setelah ujung kabel rapi, kemudian dengan tetap memegang(menekan) ujung kabel dimasukkan ke RJ 45. saat memasukkan pastikan semua ujung kabel mengenai tembaga di RJ 45 dan ujung kabel yang belum di kupas juga masukkan ke RJ 45.
6. Kemudian tekan crimp tool sekuat tenaga supaya semua pin RJ-45 masuk dan menembus pelindung kabel UTP yang kecil. Apabila kurang kuat menekan kemungkinan kabel UTP tidak tersobek oleh pin RJ-45 sehingga kabel tersebut tidak konek. Dan apabila pembungkus bagian luar tidak masuk kedalam konektor RJ-45, apabila kabel tersebut sering digerak-gerakan, kemungkinan besar posisi kabel akan bergesar dan bahkan copot.
7. lakukan semua langkah diatas pada semua kabel.
C. Pengujian
1. setelah kabel selesai, kemudian cek koneksi kabel dengan LAN tester untuk mengecek apakah kabel berfungsi dengan baik. jika lampu pada LAN tester bergerak sesuai, maka kabel berfungsi dengan baik.
2. untuk pengujian lebih lanjut coba hubungkan kabel straight dari komputer ke switch dan kabel cross dari swicht pada jaringan anda ke swicht pada jaringan lain (teman anda). setelah itu coba ping jaringan anda terlebih dahulu. jika terkoneksi maka selanjutnya ping jaringan lain (teman anda).
1.Kabel UTP
Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) adalah suatu kabel yang digunakan sebagai media penghubung antar computer dan peralatan jaringan (hub atau switch). Kabel UTP merupakan salah satu kabel yang paling popular saat yang di gunakan untuk membuat jaringan computer. Dibandingkan dengan kabel lain kabel UTP merupakan kabel yang sering di pakai untuk membuat jaringan computer. Kabel ini berisi empat pasang (pair) kabel yang tiap pair-nya dipilin (twisted) atau disusun spiral atau saling berlilitan. Keempat pasang kabel (delapan kabel) yang menjadi isi kabel berupa kabel tembaga tunggal yang berisolator.
2. Connector RJ 45
RJ merupakan singkatan dari (Registered Jack). Untuk kabel telepon biasanya menggunakan RJ-11, dan untuk kabel network tipenya RJ45. Harganya sekitar Rp. 50.000 s/d Rp. 150.000 per kotak dengan 100 unit konektor.
3. Crimping Tool
Ini merupakan senjata kita dalam merakit kabel, karena dia punya kemampuan menyatukan dan menjepit kabel dengan konektor selain juga bisa dipakai untuk memotong kabel.
4. LAN Tester
lni digunakan setelah kita selesai merakit kabel, berfungsi untuk mengetes apakah kabel sudah dirakit dan berfungsi dengan benar. Tanpa ini, kita akan sedikit repot untuk mengetesnya langsung pada instalasi jaringan.
5.Switch
Switch adalah alat yang digunakan untuk menghubungkan bebepara LAN yang terpisah serta menyediakan filter paket antar LAN. Switch adalah peralatan multi port, masing-masing dapat mendukung satu workstation, jaringan Ethernet atau jaringan Token Ring. Meskipun terhubung dengan jaringan yang berbeda pada masing-masing port, switch dapat memindahkan paket data antar jaringan apabila diperlukan.
6. Laptop/PC
Device yang digunakan untuk melakukan koneksi peer to peer
B. Langkah-Langkah Percobaan
1. Siapkan 2 Kabel utp untuk membuat kabel straight dan cross.
2. Kupas kulit luar dari 2 kabel utp (kira-kira 2 m) dengan menggunakan pengupas
kabel pada crimping tools.
3. Kemudian susun masing-masing ujung kabel utp 1 secara straight (T-568B)
4. Kemudian susun ujung 1 kabel utp 2 secara straight (T-568B) lalu ujung lainnya secara cross (T-568A).
4. Setelah kabel tersusun, kemudian rapikan ujung kabel agar saat di masukkan kekonektor RJ 45 semua ujung kabel mengenai tembanga yang ada di RJ 45.
5. setelah ujung kabel rapi, kemudian dengan tetap memegang(menekan) ujung kabel dimasukkan ke RJ 45. saat memasukkan pastikan semua ujung kabel mengenai tembaga di RJ 45 dan ujung kabel yang belum di kupas juga masukkan ke RJ 45.
6. Kemudian tekan crimp tool sekuat tenaga supaya semua pin RJ-45 masuk dan menembus pelindung kabel UTP yang kecil. Apabila kurang kuat menekan kemungkinan kabel UTP tidak tersobek oleh pin RJ-45 sehingga kabel tersebut tidak konek. Dan apabila pembungkus bagian luar tidak masuk kedalam konektor RJ-45, apabila kabel tersebut sering digerak-gerakan, kemungkinan besar posisi kabel akan bergesar dan bahkan copot.
7. lakukan semua langkah diatas pada semua kabel.
C. Pengujian
1. setelah kabel selesai, kemudian cek koneksi kabel dengan LAN tester untuk mengecek apakah kabel berfungsi dengan baik. jika lampu pada LAN tester bergerak sesuai, maka kabel berfungsi dengan baik.
2. untuk pengujian lebih lanjut coba hubungkan kabel straight dari komputer ke switch dan kabel cross dari swicht pada jaringan anda ke swicht pada jaringan lain (teman anda). setelah itu coba ping jaringan anda terlebih dahulu. jika terkoneksi maka selanjutnya ping jaringan lain (teman anda).
Wednesday, March 16, 2011
Laporan Jarkom
Membuat Jaringan Lokal antar Laptop
Nama : Adhyatma Wiryadipta
NIM : 09 615 012
1.Bahan
-Laptop
-Kabel UTP
-Switch
2.Langkah Percobaan dan Pengujian
-Siapkan Kabel UTP yang terhubung dengan jaringan lokal
-Colokkan Kabel UTP pada port connector RJ-45 yang ada pada laptop.
-Buat jaringan lokal dengan cara mengubah IP pada ikon local area connection dan
mengubanhnya menjadi IP static (172.10.0.3 dan DNS 255.255.254.0).
Selanjutnya klik dua kali pada tulisan yang bewarna biru untuk merubah alamat IP dan DNS Laptop.

Gambar 1.1 Local Area Properties
Akan muncul jendela Internet Protocol (TCP/IP) properties, perhatikan gambar di bawah :

Aturlah alamat IP sesuai dengan aturan dosen, kemudian secara otomatis akan muncul DNS, DNS di atas merupakan DNS untuk IP yang berada di kelas C.
-Kemudian untuk mengecek terjadinya koneksi laptop, bukalah command prompt kemudian ketikkan ping 172.10.0.1 –t untuk mengecek apakah ada data yang dikirim dan diterima.
-Perhatikan gambar di bawah ini :

3.Analisis dari hasil percobaan jaringan komputer 1, adalah adanya konflik antar alamat IP, dimana IP satu dengan yang lain sama, ditambah jika jaringan pada satu switch dipasang kabel LAN melebihi dari computer yang dikoneksikan maka rentan tidak konek, sehingga untuk pemasangan kabel di switch disesuaikan dengan kebutuhan.
Nama : Adhyatma Wiryadipta
NIM : 09 615 012
1.Bahan
-Laptop
-Kabel UTP
-Switch
2.Langkah Percobaan dan Pengujian
-Siapkan Kabel UTP yang terhubung dengan jaringan lokal
-Colokkan Kabel UTP pada port connector RJ-45 yang ada pada laptop.
-Buat jaringan lokal dengan cara mengubah IP pada ikon local area connection dan
mengubanhnya menjadi IP static (172.10.0.3 dan DNS 255.255.254.0).
Selanjutnya klik dua kali pada tulisan yang bewarna biru untuk merubah alamat IP dan DNS Laptop.

Gambar 1.1 Local Area Properties
Akan muncul jendela Internet Protocol (TCP/IP) properties, perhatikan gambar di bawah :

Aturlah alamat IP sesuai dengan aturan dosen, kemudian secara otomatis akan muncul DNS, DNS di atas merupakan DNS untuk IP yang berada di kelas C.
-Kemudian untuk mengecek terjadinya koneksi laptop, bukalah command prompt kemudian ketikkan ping 172.10.0.1 –t untuk mengecek apakah ada data yang dikirim dan diterima.
-Perhatikan gambar di bawah ini :

3.Analisis dari hasil percobaan jaringan komputer 1, adalah adanya konflik antar alamat IP, dimana IP satu dengan yang lain sama, ditambah jika jaringan pada satu switch dipasang kabel LAN melebihi dari computer yang dikoneksikan maka rentan tidak konek, sehingga untuk pemasangan kabel di switch disesuaikan dengan kebutuhan.
Subscribe to:
Posts (Atom)
























